Proyek Pembangunan Gedung PAUD Minhajul Falah di duga tidak sesuai RAB

Proyek Pembangunan Gedung PAUD Minhajul Falah di duga tidak sesuai RAB

KARAWANG, Java Dwipa News – Pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Minhajul Falah di Dusun Tambun, Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam.

Pasalnya, material besi yang digunakan pada bagian tulangan tiang bangunan diduga menggunakan besi berukuran “10 banci”. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kesesuaian material dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.

Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Jika material yang digunakan ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, maka kualitas dan kekuatan konstruksi patut dipertanyakan. Terlebih bangunan tersebut diperuntukkan sebagai sarana pendidikan yang nantinya digunakan oleh anak-anak.

RAB Jangan Hanya Jadi Dokumen di Atas Kertas
RAB dan spesifikasi teknis seharusnya menjadi acuan utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Karena itu, publik layak mempertanyakan apakah material yang terpasang di lapangan benar-benar sama dengan material yang diperhitungkan dalam RAB. 

Pertanyaan lainnya juga mengarah pada proses pengawasan. Siapa yang melakukan pengawasan pekerjaan? Apakah ukuran besi telah diperiksa sebelum digunakan? Apakah terdapat pemeriksaan terhadap kualitas dan volume material?

Jika seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan, tentunya persoalan tersebut semestinya dapat dijelaskan secara terbuka dengan menunjukkan dokumen dan hasil pemeriksaan teknis.

Media Datang untuk Konfirmasi, Pihak Pengelola Tak Berada di Lokasi
Untuk mendapatkan informasi berimbang, awak media mendatangi lokasi
 pembangunan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Namun, upaya konfirmasi belum mendapatkan jawaban. Kepala Sekolah Minhajul Falah maupun pihak pengurus yayasan tidak berada di lokasi ketika awak media datang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dan pengurus yayasan juga belum memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan besi “10 banci” pada tulangan tiang bangunan.

Ketidakhadiran pihak terkait tentu tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, kondisi tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai transparansi, spesifikasi material, RAB, sumber pembiayaan, pelaksana pekerjaan, serta pengawasan proyek belum terjawab.
Perlu Pemeriksaan Teknis, Bukan Sekadar Bantahan. 

Dugaan ketidaksesuaian ukuran besi idealnya tidak berhenti pada saling klaim. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan ukuran dan spesifikasi material yang digunakan benar-benar sesuai dengan dokumen perencanaan.

Apabila pembangunan tersebut bersumber dari anggaran pemerintah maupun bantuan publik, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan dan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Karena itu, pihak terkait, termasuk pengelola pembangunan dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan, perlu memberikan penjelasan secara terbuka.
Publik tentu tidak ingin pembangunan fasilitas pendidikan hanya terlihat selesai secara fisik, tetapi kemudian menyisakan pertanyaan mengenai mutu konstruksi dan pertanggungjawaban anggarannya.

Java Dwipa News akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak yayasan, kepala sekolah, pelaksana pekerjaan, pengawas, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan serta hak jawab atas dugaan tersebut.

 Dugaan penggunaan besi “10 banci” dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan teknis lebih lanjut. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat bukti atau hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
(Na)

Olahraga

Beckam Siap Bawa Persib Pertahankan Juara ISL

Beckam Siap Bawa Persib Pertahankan Juara ISL

Gelandang Beckham Putra Nugraha menegaskan delapan pertandingan tersisa di putaran kedua Super League 2025/2026 harus diperlakukan layaknya partai

Advertisement