Pembangunan Gedung PAUD AZMI di duga tidak sesuai RAB.

Pembangunan Gedung PAUD AZMI di duga tidak sesuai RAB.

KARAWANG, Java Dwipa News – Pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) AZMI yang berlokasi di Dusun Bojong Karya 1, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam.

Pasalnya, pekerjaan pembangunan gedung pendidikan tersebut diduga menggunakan material besi yang dipertanyakan kualitas dan ukurannya. Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah penggunaan besi pada Balok Lintel,  yang disebut menggunakan besi berukuran “10 banci”.

Penggunaan material yang diduga tidak sesuai standar tersebut menimbulkan pertanyaan besar. Apalagi, pembangunan sarana pendidikan seharusnya mengutamakan kualitas dan keselamatan, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.

Dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi juga memunculkan pertanyaan: apakah pembangunan tersebut telah dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan?


Saat awak media mendatangi lokasi  pada Hari Kamis 23 Juli 2024,:untuk melakukan konfirmasi dan meminta penjelasan terkait pembangunan tersebut, Kepala Sekolah PAUD AZMI maupun pengurus yayasan tidak berada di tempat.

Ketidakhadiran pihak terkait saat hendak dikonfirmasi semakin menambah tanda tanya di tengah sorotan terhadap kualitas material yang digunakan dalam pembangunan gedung tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah PAUD AZMI dan pihak pengurus yayasan belum memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan besi “10 banci” pada Balok Lintel,  pembangunan gedung PAUD tersebut.

Publik pun patut mempertanyakan transparansi pembangunan tersebut, terutama menyangkut sumber anggaran, RAB, spesifikasi material, serta pengawasan pekerjaan.( Na )

Olahraga

Beckam Siap Bawa Persib Pertahankan Juara ISL

Beckam Siap Bawa Persib Pertahankan Juara ISL

Gelandang Beckham Putra Nugraha menegaskan delapan pertandingan tersisa di putaran kedua Super League 2025/2026 harus diperlakukan layaknya partai

Advertisement